Tanda-tanda Puber Pada Gadis Belia

23 05 2010

Jakarta, Mona masih kelas 5 SD tapi badannya lebih tinggi dibanding teman sekelasnya. Selain Mona ada beberapa teman yang lebih besar dari teman-teman yang lain seperti Icha dan Dila. Ketiganya relatif lebih tinggi dibandingkan teman yang lain.

Kebetulan hobi ketiganya sama yaitu dancing modern dan sering ikut cheerleader pada acara-acara sekolah. Dan umur ketiganya rata-rata masih usia 10 tahun.

Suatu pagi, Mona mengeluh pada ibunya, karena ada benjolan di dada sebelah kanan dan kiri dan terasa sakit. Saat itu ibu hanya menjawab, “Ibu dulu begitu nak, berarti kamu sudah mulai akhil baliq, sudah mulai puber,” ujar Roza, ibu kandung Mona.

“Mulai sekarang kamu pakai miniset, agar dada tertutup. Karena kamu sudah remaja, bukan anak kecil lagi,” lanjut ibu Roza dengan bijak.

“Tapi bu, kok terasa nyeri?” keluh Mona.

“Memang kadang terasa nyeri, nanti juga hilang,” kata ibu Roza menenangkan Mona.

Apa tanda-tanda pubertas pada gadis belia?

Pubertas merupakan masa transisi antara masa anak-anak dan dewasa yang dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Pada masa ini terjadi perubahan-perubahan baik fisik maupun psikologis. Ukuran dan bentuk badan berubah dari ciri khas anak ke bentuk dewasa. Tinggi badan dan berat badan cepat meningkat dan tanda-tanda organ seksual sekunder mulai muncul.

Walaupun secara psikologis disebut early puberty yaitu pada usia 12-14 tahun, namun secara hormonal usia awal pubertas dimulai umur 8-13 tahun pada gadis remaja.

Tanda awal pubertas pada gadis remaja ditandai pembesaran payudara, kemudian pertumbuhan tinggi badan yang cepat.

Waktu timbulnya pubertas sangat bervariasi. Dan tidak semua pubertas ada di usia yang sama tetapi normalnya diantara usia tersebut.

Jadi kalau usia 10 tahun pada Mona merupakan pubertas yang normal saja. Tetapi ada juga teman-temanya yang belum timbul tanda pubertas juga masih variasi normal.

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya pubertas. Faktor-faktornya antara lain etnis, sosial, psikologis, nutrisi, fisik dan penyakit kronis.

Semua faktor di atas dapat mempengaruhi kecepatan proses tumbuh kembang pubertas. Setiap etnis berbeda, sebagai contoh kelompok Asia berbeda dengan ras kaukasoid (kulit putih), juga tingkat sosial mempengaruhi prilaku sehingga mempercepat timbulnya pubertas.

Nutrisi yang banyak mengandung hormon seperti makanan siap saji juga akan mempercepat pubertas. Penyakit kronis dapat merangsang sistem endokrin sehingga menyebabkan timbulnya pubertas lebih awal.

Sedangkan yang memperlambat pubertas diantaranya: kondisi psikologis yang tertekan dan aktivitas fisik berlebihan juga menghambat pubertas.

Bagaimana memantau timbulnya tanda-tanda pubertas?

Pada gadia remaja, masa pubertas ditandai dengan:

1. Perubahan pembesaran buah dada
2. Tumbuh rambut pada kemaluan dan ketiak. Pertamakali rambut tersebut tipis makin lama menjadi tebal menjadi sama dengan dewasa.
3. Pada saat ini badan remaja cewek akan cepat besar, sehingga pada umur yang sama biasanya saat awal pubertas, cewek akan terlihat cepat besar dibanding teman cowok seumur.
4. Sedangkan menstruasi terjadi lebih kurang 2 tahun setelah timbulnya pembesaran payudara.

sumber: Dr Aditya Suryansyah SpA – detikHealth


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: