Seberapa Sering Berat Badan Harus Diukur?

23 05 2010

Jakarta, Orang yang sedang ingin menggemukkan atau menguruskan badan biasanya sering mengukur berat badannya. Ini dilakukan untuk mengetahui ada perubahan atau tidak. Seberapa sering seseorang mengukur berat badannya?

Pada tahun 2005, peneliti dari University of Minnesota melakukan studi gabungan terhadap lebih dari 3.000 orang yang ingin menurunkan atau menjaga berat badannya. Hasil yang didapatkan sekitar 40 persen peserta mengukur berat badannya setiap hari, sekitar 20 persen mengukurnya seminggu sekali dan 40 persen lagi jarang melakukan pengecekan berat badan.

Studi ini dilakukan selama dua tahun dan dilaporkan bahwa orang yang terlalu obsesif terhadap berat badannya memang mampu menurunkan berat badan paling besar. Tapi hal ini juga bisa memicu peningkatan stres dan depresi bagi orang tersebut.

Seperti dikutip dari Thatsfit, Kamis (20/5/2010) waktu yang terbaik untuk mengukur berat badan adalah di pagi hari setelah pergi ke toilet, karena hasil yang didapatkan merupakan pembacaan yang paling akurat. Sedangkan frekuensi yang baik untuk mengukur berat badan sebaiknya jangan setiap hari, tapi cukup sekali saja dalam waktu seminggu.

Jika seseorang mengukur berat badannya seminggu sekali, maka kondisi ini cukup normal untuk melihat fluktuasi (naik dan turunnya) berat badan dibandingkan jika melihatnya setiap hari. Selain itu hal ini juga bisa menjadi motivator yang optimal bagi orang tersebut. Karena sangat penting untuk mendapatkan angka yang akurat dalam menentukan pola kenaikan atau penurunan berat badan.

Namun jika seseorang setiap hari mengukur berat badannya, maka cenderung cepat dilanda stres karena tidak terlalu menemukan perbedaan atau perubahan dalam jumlah berat badannya.

“Alasan terbesar untuk tidak mengukur berat badan setiap harinya karena hal tersebut bisa membuat seseorang memiliki obsesi yang tidak sehat dengan tubuhnya, sehingga memicu seseorang memiliki gangguan makan,” ujar Joe Shrand, ahli kesehatan mental dan instruktur psikiatri di Harvard Medical School.

Jadi jika seseorang ingin menurunkan atau menjaga berat badan, tidak harus mengoontrolnya setiap hari. Karena bisa jadi hal tersebut bukan membuat Anda mendapatkan berat badan ideal, tapi justru memicu gangguan makan seperti anoreksia, bulimia atau kekurangan gizi.

detikHealth


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: