Rumah Sakit Spanyol Transplantasi Wajah Total

23 05 2010

Madrid – Tim ahli bedah di rumah sakit Spanyol telah melakukan transplantasi wajah total untuk pertama kali di dunia kepada seorang petani muda yang tidak dapat bernapas dan tidak bisa makan sendiri.

Ini adalah operasi yang paling besar di seluruh dunia dalam 11 tahun sejarah transplantasi wajah. “Selama 24 jam operasi, tim dokter mengangkat seluruh wajah, termasuk rahang, hidung, tulang pipi, otot, gigi, dan mata,” kata Dr Joan Pere Barret, Jumat lalu.

Ahli operasi bedah dibentuk pada akhir bulan lalu di Rumah Sakit Hebron sebagai kemajuan besar dalam dunia transplantasi. “Ini langkah maju, mereka menyodorkan laporan dan saya sangat senang kepada mereka,” kata Thomas Romo, Ketua Operasi dan rekonstruksi wajah dari RS Lenox Hill, di New York.

Luka itu terjadi karena ia tidak sengaja menembak wajah sendiri lima tahun lalu. Akibatnya wajahnya hancur mulai dari rongga mata ke bawah meskipun mata dan bentuknya tidak terpengaruh.

“Pasien dari Spanyol yang tidak terindentifikasi ini, saat ini memiliki wajah yang baru dari garis rambut ke bawah, dan bekas luka yang terlihat seperti keriput di lehernya,” kata Barrett yang memimpin tim bedah dengan 30 anggota ini.

Dokter bedah menjelaskan pasien itu tidak dapat berbicara, makan, dan tersenyum. Namun ia tetap bisa melihat dan menelan. Dia berharap dapat makan dan bernapas sendiri dalam seminggu.

“Jika Anda melihat wajahnya, Anda melihat orang yang normal. Dia duduk, berjalan di kamar rumah sakit dan menonton teve,” lanjut Barrett.

Sebelum transplantasi, pasien yang berusia 30 ini telah sembilan kali dioperasi dan hanya bernapas dengan bantuan ventilator dan makan melalui tabung. Dia juga memiliki masalah saat bicara.

Selama proses operasi, kata Barrett, timnya memotong wajah pendonor di bawah mata dan menempelkan bersama struktur tulang, otot dan syaraf penerima, dalam satu potongan.

“Bayangkan sebuah tengkorak, seolah-olah dengan gergaji memotong tepat di bawah bagian atas soket mata. Seolah-olah kita menggergaji semua ini. Semua seperti memasang topeng ditempatkan pada wajah penerima. Itu mirip dengan film John Travolta dan Nicolas Cage,” jelas Barrett yang mengacu pada film Face Off (1977). Film itu menceritakan beralihnya identitas antara Cage dengan memerankan karakter Travolta.

Transplantasi wajah pertama di dunia dilakukan lima tahun lalu di Prancis. Melalui operasi itu, kulit dan wajah pasien tidak terlihat mati, dan sekarang dapat hidup normal dengan masyarakat.

Sekelompok ahli merumuskan lagi ide operasi bedah transplantasi yang sukses. Ada sekitar 10 bagian dari operasi transplantasi di seluruh dunia termasuk AS, China dan tempat lain di Spanyol. “Tetapi ini adalah transplantasi wajah penuh pertama di dunia,” ujar Barrett.

Spanyol juga melakukan operasi serupa pada 2008 di Cleveland yang dilakukan oleh tim yang dipimpin Dr Maria Siemionow. Operasi dilakukan terhadap seorang wanita yang tertembak di bagian wajah.

“Namun operasi yang terbaru lebih rumit,” kata Neil Huband, juru bicara tim riset untuk transplantasi wajah Inggris yang berasal dari Royal Free Hospital di London.

Barrett tidak akan memberikan rincian tentang pendonor, kecuali para dokter memilih pendonor wajah yang memiliki berat badan, tinggi badan, ukuran dan bentuk wajah dengan penerima. Seperti pada operasi sebelumnya, pasien telah menjalani tes psikiatris Spanyol untuk menentukan apakah dia bisa mengatasi dengan wajah yang sepenuhnya baru.

Namun penolakan kemungkinan terjadi setiap seseorang menerima suatu organ atau sel-sel dari orang lain, karena tubuh menganggap ini sebagai jaringan asing. Penolakan yang dapat mengancam kehidupan dapat datang tiba-tiba dalam beberapa hari atau minggu setelah operasi, atau terjadi setahun kemudian.

Romo berkata, pasien dan dokter tentu saja senang sekarang saat pasien mulai pulih. Namun tiga tahun dari sekarang tubuhnya bisa menolak wajah barunya itu.

Tidak seperti operasi di organ vital seperti jantung dan liver, transplantasi wajah atau tangan yang dibuat untuk meningkatkan kualitas hidup, tidak berkembang. Para penerima berisiko mengalami komplikasi mematikan dan harus mengambil obat penahan rasa sakit seumur hidupnya untuk mencegah penolakan organ, meningkatkan kemungkinan kanker dan banyak masalah lain. Namun, ahli bedah mengatakan bahwa sebagian besar penerima percaya bahwa risiko itu sangat berharga.

“Tentu saja, tak diragukan lagi,” kata Dr John Barker, direktur penelitian bedah plastik di University of Louisville, Kentucky.

Dia mengatakan survei yang telah dilakukan timnya lebih dari 500 orang – termasuk orang dengan wajah rusak, ahli bedah, untuk memberikan hasil yang sama.

“Ya itu risiko yang bernilai manfaat,” katanya

sumber:inilah.com


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: