Nyeri Punggung Bawah yang Hebat

6 03 2010

Jakarta, Bapak H (28 tahun) datang ke dokter dengan keluhan nyeri punggung bawah (nyeri boyok) yang hebat. Jalannya tertatih-tatih menahan sakit. Ia mengatakan kepada dokternya, ‘Dok saya kemarin mengangkat barang berat, dan beberapa waktu kemudian pinggang saya sangat sakit. Saya takut, jangan-jangan saya bisa lumpuh’, kata bapak H.

Nyeri punggung bawah (NPB) merupakan salah satu masalah kesehatan yang utama. Pada penderita dewasa tua, nyeri punggung bawah dapat mengganggu aktivitas sehari-hari pada 40% penderita dan gangguan tidur pada 20% penderita.

Penyebab nyeri punggung bawah

Nyeri Punggung Bawah adalah nyeri yang dirasakan di daerah punggung bawah, dapat berupa nyeri lokal (inflamasi), maupun nyeri radikuler (menjalar) atau keduanya.

Nyeri yang berasal dari punggung bawah dapat dirujuk ke daerah lain atau sebaliknya nyeri yang berasal dari daerah lain dirasakan di daerah punggung bawah. Nyeri Punggung Bawah pada hakekatnya merupakan keluhan atau gejala dan bukan merupakan penyakit spesifik.

Penyebab NPB antara lain kelainan muskuloskeletal, sistem saraf, vaskuler, visceral dan psikogenik. (Hogan, 2000, Czerniecki, 2001).

Berbagai bangunan peka nyeri misalnya tulang dan otot terdapat di daerah punggung bawah. Semua bangunan-bangunan tersebut mengandung reseptor nyeri yang peka terhadap berbagai stimulus mekanikal, termal, kimiawi. Reseptor-reseptor tersebut sebenarnya berfungsi sebagai proteksi (Skew, 2000). Penyebab umum dari nyeri punggung bawah adalah regangan otot punggung yang berlebih.

Mewaspadai nyeri punggung yang berbahaya

Sebagian besar penyebab nyeri punggung bawah adalah bukan masalah kesehatan yang serius. Hanya kurang lebih 5% dari kasus nyeri punggung bawah yang disebabkan oleh masalah kesehatan yang serius seperti tumor, infeksi saraf tulang belakang.

Gejala dan tanda bahwa suatu nyeri punggung disebabakan suatu penyakit yang serisu disebut ‘red flags’. Red flags adalah gejala atau tanda fisik yang memberi petunjuk akan adanya kelainan serius seperti fraktur, kanker, infeksi dan sindrom kauda. ‘Yellow flag’ adalah faktor psikologis yang memberi petunjuk bahwa nyeri pinggangnya cenderung berkembang menjadi kronik.

Pelacakan akan kausa non mekanik sangat ditentukan oleh ada tidaknya ‘red flags’ yang menggambarkan adanya kecurigaan akan penyebab NPB yang serius. Nyeri pada saat istirahat, kelemahan tungkai, gangguan buang air kecil dan buang air besar, rasa baal di tungkai, riwayat trauma yang signifikan dan riwayat kanker atau infeksi spesifik merupakan berbagai ‘tanda bahaya’ pada NPB (Cohen, 2001).

Bila Anda mengalami nyeri punggung dengan salah satu atau lebih ‘tanda bahaya’ tersebut, maka segeralah berobat ke dokter.

Keterlibatan sistem saraf dicurigai apabila dalam anamnesa ditemukan gejala nyeri yang sifatnya menjalar sampai di bawah lutut. Nyeri memburuk dengan berjalan, gangguan buang air kecil atau buang air besar dan kelemahan pada tungkai. Dokter Anda akan melakukan pemeriksaani yang teliti untuk konfirmasi (Gow, 2003).

Pemeriksaan penunjang akan sangat ditentukan oleh hasil wawancara dan pemeriksaan fisik. Pada kasus-kasus tanpa adanya ‘red flags’, pemeriksaan pencitraan atau imaging dapat ditunda terlebih dahulu. Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan pemeriksaan terpilih pada kasus-kasus dengan kecurigaan penyakit serius di sistem saraft tulang belakang (Gow, 2003).

Bagaimana mencegah dan mengobati nyeri punggung?

Penderita nyeri punggung bawah dengan nyeri sedang sampai berat, subakut maupun kronik pada umumnya berkonsultasi dengan dokter. Penderita sebaiknya diterapi secara optimal untuk menghilangkan nyeri dan memfasilitasi aktivitas fisik dan peningkatan kualitas hidup. Pemilihan terapi obat tergantung pada berat ringannya nyeri dan mekanisme yang mendasari nyeri.

Pencegahan nyeri punggung:

1. Tindakan pencegahan adalah tindakan terpenting dalam usaha menanggulangi penyakit.
2. Motonya ialah ‘Mencegah lebih baik dari mengobati’.
3. Lakukan kegiatan sehari-hari dengan baik dan benar, karena nyeri pinggang sering akibat postur yang salah serta akibat beban ditulang belakang.
4. Hidup rileks dengan olahraga secara teratur, mendengarkan musik santai, menjalankan agamanya, membaca, berekreasi dan menekuni hobinya.

Pencegahan untuk yang sedang nyeri punggung:
1. Jangan mengangkat, mendorong atau menarik sesuatu. Jangan membungkuk atau berjongkok.
2. Usahakan supaya tidak bersin, batuk ataupun mengejan.
3. Hindari naik turun tangga ataupun pekerjaan fisik yang mengeluarkan tenaga.
4. Jangan menggunakan sepatu bertumit tinggi.
5. Dianjurkan agar menggunakan korset pinggang jika rasa sakit bertambah pada sikap duduk, berdiri dan berjalan untuk mempercepat kesembuhan

Pencegahan kambuhnya nyeri punggung:

1. Berusaha duduk dengan sikap yang benar.
2. Berusaha berdiri dengan sikap yang baik.
3. Berusaha melakukan latihan secara teratur.
4. Tidur yang cukup.
5. Hidup dalam batas ketegangan yang normal.
6. Berusaha mengurangi berat badan jika kegemukan.
7. Jangan mengambil resiko jika aktifitas itu mengganggu punggung Anda.

sumber :detikhealth dan dr Rizaldy Pinzon, Mkes, SpS(Dokter, bekerja dan tinggal di Yogyakarta, Tim Stroke RS Bethesda Yogyakarta)


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: